Informasi Member Website SMA Hatoy

0 komentar Minggu, 14 November 2010
Assalamu'alaikum Wr Wb
Di beritahukan kepada Siswa-siswa, Tenaga pendidik dan kependidikan untuk segera mendaftarkan diri menjadi member website smahatoy.sch.id adapun cara pendaftarannya langsung mengisi formulir pendaftaran dan langsung diberikan pada admin dan bisa juga dikirim melalui email : jampank2409@yahoo.com
cara mendapatkan formulir :
read more “Informasi Member Website SMA Hatoy”

Perpustakaan Online

0 komentar Kamis, 04 November 2010
Perkembangan dunia IT untuk sekolah semakin cepat atas dasar itu Tim ICT SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah setelah meluncurkan Website dan E-learning pada tanggal 25 oktober 2010, selanjutnya insyaallah akan meluncurkan informasi perpustakaan onlinedengan tujuan untuk memberikan informasi kepada semua pihak tentang perpustakaan yang ada di sekolah SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah guna melengkapi sistem pembelajaran di sekolah. Tunggu saja tanggal peluncurannya

Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Perpustakaan Online”

Akreditasi

0 komentar Kamis, 23 September 2010
Insyaallah pada tanggal 27 september 2010 tepatnya pada hari senin SMA Hayatan Thayyibah akan melaksanakan Akreditasi dan mudah-mudahan acara tersebut bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan demi mempertahankan nilai sebelumnya..
Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Akreditasi”

Akreditasi

0 komentar Jumat, 06 Agustus 2010
SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah sedang melakukan persiapan untuk menjelang Akreditasi sekolah yang insyaallah akan diselenggarakan setelah selesai bulan suci Ramadhan ini. semua staff yang masuk ke tim akreditasi ini sudah memulai tugas-tugasnya.

Khususnya bidang kurikulum tak henti2nya untuk mengevaluasi hasil dari persiapan tersebut dan selalu mengingatkan agar persiapan segera diselesaikan dengan tujuan mendapatkan hasil yang maksimal.

Tidak lupa wakasek kurikulum selalu memberi semangat kepada teman2nya agar selalu siap demi mencapai hasil karena tidak akan mendapat hasil yang maksimal tanpa kerja keras dan kebersamaan (Pungkasnya).

Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Akreditasi”

Perpustakaan Online Kota Sukabumi

0 komentar Kamis, 13 Mei 2010
Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, sejak tanggal 1 Juni 2010, menyelenggarakan layanan Perpustakaan Online. Adapun maksud dan tujuannya, menurut Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, Drs. Mochamad Rizal Sidiq, M.M., yakni untuk mempermudah para pengunjung, khususnya dalam mencari informasi bahan pustaka, baik yang ada di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, maupun yang ada di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusda) Provinsi Jawa Barat, atau yang ada di Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Selain itu, juga untuk meningkatkan pelayanan prima, sekaligus meningkatkan gemar dan budaya membaca masyarakat, khususnya di Kota Sukabumi, umumnya di seluruh pelosok Indonesia dan penjuru dunia. Karena dengan adanya perpustakaan online tersebut, masyarakat akan mudah meng-akses buku-buku berbagai disiplin ilmu pengetahuan, termasuk literatur bagi para calon Sarjana S-1 dan S-2, dalam menyusun Tesis. Namun untuk sementara, perpustakaan yang sudah dapat diakses oleh para pengunjung saat ini, baru Bapusda Provinsi Jawa Barat, dengan alamat http//www.bapusda.com. Sedangkan untuk Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi dan Perpusnas, akan dilakukan secara bertahap.

Menyinggung perangkat komputer yang telah tersedia di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, saat ini baru 7 unit. Sementara layanan perpustakaan online di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam setiap harinya dimulai pukul 9 sampai dengan pukul 13.30, tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangkan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan milik Pemerintah Kota Sukabumi saat ini, seluruhnya berjumlah 52 ribu 869 eksemplar, dari 23 ribu 871 judul buku. Antara lain buku-buku Karya Umum, Filsafat, Agama, Ilmu Sosial, Bahasa, Ilmu Murni, Teknologi, Seni, Olah Raga, Sastera dan Sejarah.

Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi menandaskan, dengan adanya layanan perpustakaan online tersebut, jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam setiap harinya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni dari 300 sampai dengan 400 orang, menjadi 400 sampai dengan 500 orang. Ditandaskan pula, untuk mempermudah masyarakat dalam meng-akses buku-buku melalui perpustakaan online, pihak Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi kepada segenap lapisan masyarakat, tentang alamat situs resmi dan kode ring khusus Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi. (http://Sukabumikota.go.id)
Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Perpustakaan Online Kota Sukabumi”

Nilai

0 komentar Senin, 10 Mei 2010
Kepada semua Ustadz untuk segera mengumpulkan nilai berdasarkan tagihan (ulangan harian, tugas, praktek, dll)
Dan kepada Wali kelas ditunggu (data lembar pengamatan terhadap siswa, absensi siswa, dan pelanggaran siswa) Sukron.
Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Nilai”

Pengumuman

0 komentar
Kepada Tenaga pendidik dan kependidikan mari kita sukseskan acara validasi RSBI pada tanggal 17-19 mei 2010.. dengan kebersamaan kita dan rasa memiliki sekaligus tanggungjawab semoga semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan...

Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Pengumuman”

Pemkot Sukabumi Perketat Dana Pendidikan

0 komentar Senin, 03 Mei 2010
Sumber : okezone.com

SUKABUMI ? Pemkot Sukabumi tengah memperketat penggunaan anggaran pendidikan yang telah dialokasikan sebesar Rp200 miliar pada 2008 ini. Upaya itu dilakukan guna memperkuat kebijakan pendidikan gratis yang telah mulai digulirkan di beberapa sekolah tingkat pertama.

Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono, mengatakan secara keseluruhan jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan mencapai Rp200 miliar. Dari jumlah tersebut, setengahnya telah diperuntukan bagi program pendidikan gratis. Pengalokasian ini sebagai pemenuhan kebijakan yang diisyaratkan dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

?Kami telah mempersiapkan setengah dari jumlah dana pendidikan sebesar Rp200 miliar, untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan gratis. Agar ini tidak terganggu, maka kami perlu memperketat penggunaan anggarannya. Pendidikan gratis ini akan diterapkan pada sekolah-sekolah yang banyak memiliki siswa dari keluarga tidak mampu,? jelas Mulyono, Minggu (18/5/2008).

Disebutkan Mulyono, Pemkot Sukabumi sebenarnya telah lebih dahulu menggulirkan program pendidikan gratis. Hanya saja, baru diberlakukan di empat sekolah tingkat pertama. Ke empat sekolah yang telah menerapkan pembebasan pungutan biaya sekolah itu antara lain SMPN 12, SMPN 14, SMPN 15 dan SMP 16.

Sementara itu, program pendidikan gratis juga akan mulai digulirkan oleh Pemprov Jabar. Untuk menyukseskan program tersebut, pada tahun anggaran 2008 ini, Pemprov telah menganggarkan dana sebesar Rp500 miliar. Ditargetkan, pendidikan gratis tersebut sudah bisa dilaksanakan seratus persen pada tahun 2009 di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dadang Dali, mengutarakan pelaksanaan program pendidikan gratis ini akan dilakukan secara bertahap. Hingga tahun 2008 ini, pendidikan gratis telah mencapai 90 % untuk tingkat sekolah dasar. Sedangkan tingkat sekolah menengah pertama, pelaksanaannya telah mencapai 59 %.

Diakuinya, pendidikan gratis ini masih dalam tataran penyusunan konsep yang akan segera dikonsultasikan bersama dengan gubernur terpilih. Pendidikan gratis yang dimaksudkan adalah bebas segala bentuk pungutan biaya sekolah. Untuk mensukseskan program ini, kata Dadang, perlu adanya komitmen berasa di tingkat kepala daerah serta kepala sekolah.

?Diharapkan pada tahun 2009 mendatang, pendidikan gratis terlaksana hingga di semua tingkatan hingga 100 % sehingga seluruh sekolah di Jabar tidak lagi memungut biaya pendidikan,? tuturnya.

Berdasarkan hasil capaian di beberapa sekolah dasar yang telah lebih dahulu menerapkan pendidikan gratis, maka Dadang meyakini target wajar dikdas 12 tahun akan segera terpenuhi. Lebih jauh dadang berahap, kebijakan pendidikan gratis ini dapat pula berjalan hingga ke tingkat daerah.
Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Pemkot Sukabumi Perketat Dana Pendidikan”

Kamut

0 komentar Selasa, 27 April 2010
"Jangan pernah melepaskan suatu impian hingga siap bangkit tuk menjadikannya kenyataan"
"Pengobatan terbaik tuk pikiran yang lamban adalah mengubah rutinitasnya"
"Jangan katakan semua yang kau ketahui, namun ketahuilah semua yang kau katakan"
"Hanya orang yang memiliki kepercayaan kepada dirinya sendiri yang dapat dipercayai oleh orang lain"
"Ribuan kilo yang kau tempuh selalu diawali oleh satu langkah kecil..."

"Hidup adalah anugrah, terimalah.
Hidup adalah tantangan, hadapilah.
Hidup adalah penderitaan, atasilah.
Hidup adalah pertandingan, menangkanlah.
Hidup adalah kewajiban, lakukanlah.
Hidup adalah kesukaan, nikmatilah.
Hidup adalah adalah lagu, nyanyikanlah.
Hidup adalah janji, penuhilah.
Hidup adalah teka-teki. pecahkanlah.
Hidup adalah kasih, bagikanlah.
Hidup adalah kesempatan, gunakanlah.
Hidup adalah keindahan, bersyukurlah."
read more “Kamut”

PENGUMUMAN PELULUSAN

1 komentar Senin, 26 April 2010

read more “PENGUMUMAN PELULUSAN”

Indahnya Islam

0 komentar Sabtu, 24 April 2010
Apakah Anda pernah merasakan dalam hidup ini betapa indahnya Islam ? Jika belum, rasakan dulu betapa bahagianya seorang muslim hidup di bawah naungan agama terakhir. Seluruh panduan kehidupan tertuang dalam Al Quran. Inilah sumber kebahagiaan hakiki dari pencipta seluruh alam semesta dan isinya, termasuk manusia.

Sayangnya masih banyak orang menggali berbagai ilmu tidak bermanfaat dalam mencari kebahagiaan. Manusia mencari berlian di dalam bumi yang terang padahal berlian itu berada di dalam kamar. Manusia tidak mencari sumber kebahagiaan dari tempatnya.

Islam seperti artinya damai, maka kedamaian di hati akan dicapai dengan memeluk Islam sepenuh hati. Mereka yang tidak pernah merasakan nikmatnya dalam naungan Islam ini karena memandang Islam sebelah mata. Syumuliatul Islam tidak dirasakan dalam dirinya.

Keindahan Islam misalnya bisa dirasakan dalam peribadahan. Betapa indahnya harmoni alam dengan manusia dalam beribadah kepada-Nya. Matahari sudah berjuta tahun mengabdi kepada Maha Pencipta dengan terbit di timur dan tenggelam di Barat. Matahari masih menemani setiap mahluk setiap hari. Dia tidak pernah absen. Kesetiaan mahluk yang namanya matahari ini menimbulkan rasa syukur akan diri dalam merasakan nikmat beribadah kepada-Nya.

Saat sujud dalam shalat terasa sekali syahdunya dalam payung keindahan peribadahan Islam setiap hari. Namun tentu saja rasa bahagia ini dapat direngkuh bagi mereka yang percaya 100 persen akan isi dari panduan hidup Islam.

Bukankah Allah SWT sendiri sudah meridhai Dinul Islam sebagai sebuah panduan kita. Renungkanlah bahwa Dzat Yang Menciptakan kita semua sudah memberikan sebuah panduan yang sudah dianugrahkan dengan lengkap lalu mengapa kita masih kebingungan? Kita rasakan bagaimana Maha Rahman Allah dengan ayat berikut.


[3:19] Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.

Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Jika keindahan Islam belum dirasakan dalam hati, maka perlu kita renungka apakah hati ini sudah kering, apakah hati ini tak pernah dibasuh dengan ayat-ayat-Nya. Apakah hati ini telah keras, tidak luluh dengan lantunan firman-Nya yang jadi panduan kita sehari-hati.
Islam akan menjadikan indah diri kita, menjadikan indah kehidupan kita, menjadikan indah semua langkah ke depan kita.
read more “Indahnya Islam”

SEJARAH PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

0 komentar
Bandung dikenal sebagai pusat pendidikan di Tatar Sunda. Hal tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, namun telah melalui proses sejarah yang relatif panjang, yakni terutama sejak Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia (1808­-1811).

Meskipun pada mulanya penyelenggaraan pendi­dikan diperuntukan bagi anak-anak Barat, pada masa-masa berikutnya masyarakat pribumi pun dapat menikmatinya. Daendels, selaku pengikut aliran Aufklarung, me­nyatakan bahwa pengajaran harus diselenggarakan untuk anak-anak Barat agar mereka mengenal kesusilaan, adat­ istiadat, hukum, dan pengertian keagamaan orang Jawa. Usaha-usaha Daendels untuk mengadakan pembaharuan di bidang pendidikan adalah sebagai berikut.

1. Pendidikan berdasarkan agama Kristen (terikat dengan gereja) ditinggalkan.
2. Sesuai dengan orientasi Daendels yang berkisar pada masalah pertahanan dan strategi militer, maka pada 1808 dibuka sekolah pertama, yaitu Sekolah Artileri di Meester Cornelis Jatinegara).
3. Pada tahun 1808 Daendels memerintahkan para bupati di Jawa untuk mendirikan sekolah-sekolah di tiap-tiap distrik yang memberikan pendidikan berdasarkan adat-istiadat, undang-undang, dan pokok-pokok pengertian keagamaan (Islam).
4. Pada tahun 1809, untuk pertama kalinya diseleng­garakan pendidikan bidan sebagai bagian dari usaha pemeliharaan kesehatan rakyat. Pengajar­nya adalah para dokter yang berada di Batavia (Jakarta), dengan menggunakan bahasa pengantar' bahasa Melayu.
5. Dengan dalih untuk "memajukan seni tari rakyat" pada tahun yang sama (1809) Daendels memerin­tahkan bekas Sultan Cirebon agar di Cirebon didirikan tiga buah sekolah tari gadis (ronggeng) yang berada di bawah tanggungan sultan. Pendi­dikan di sekolah itu terutama diberikan kepada anak-anak perempuan dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, uang sekolah tidak dipungut, kecuali dari anak-anak orang kaya. Lama belajar di sekolah tersebut empat tahun. Pelajaran yang dibe­rikan adalah menari, menyanyi, membaca, dan menulis. Pada hakekatnya sekolah itu lebih merupakan usaha untuk mendemoralisasikan pemuda-pemudi lndonesia karena memang tujuan utama­nya adalah untuk menjauhkan semangat heroisme dan patriotisme rakyat lndonesia sehingga mereka tidak menaruh perhatian terhadap agitasi politik.

Pembaharuan dalam bidang pendidikan di atas, da­lam pelaksanaannya ternyata banyak mengalami kegagalan. Hal itu terutama disebabkan tidak adanya biaya khusus un­tuk pembinaan pendidikan dan pengajaran dan terjadinya peralihan pemerintahan ke pihak Inggris yang diwakili oleh Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles (1811-1816).Meskipun Raffles adalah pencinta ilmu pengetahuan, ia tidak memperhatikan bidang pendidikan. Akibatnya sekolah-sekolah yang didirikan pada masa pemerintahan Daendels keadaannya sangat menyedihkan, bahkan pada masa akhir pemerintahannya (1816), sekolah-sekolah itu hampir tidak ada lagi.

Sumber: Nina H Lubis. Sejarah Tatar Sunda (Jilid II). 2003: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.
read more “SEJARAH PENDIDIKAN DI JAWA BARAT”

RSBI Kurikulum

0 komentar Jumat, 16 April 2010
1. Pelaksanaan kurikulum dan proses pembelajaran
menggunakan asas-asas sebagai berikut:
1. Menggunakan kurikulum yang berlaku secara
nasional dengan mengadabtasi kurikulum sekolah di
Negara lain.
2. Mengajarkan bahasa asing, terutama penggunaan
bahasa Inggris, secara terintegrasi dengan mata
pelajaran lainnya. Metode pengajaran dwi bahasa
ini dapat dilaksanakan dengan 2 kategori yakni
Subtractive Bilingualism (beri penjelasan oleh
penulis) dan Additive Bilingualism, yang
menekankan pendekatan Dual Language.

Pengajaran dengan pendekatan Dual Language
menekankan perbedaan adanya Bahasa Akademis dan
Bahasa Sosial yang pengaturan bahasa pengantarnya
dapat dialokasikan berdasarkan Subjek maupun
Waktu (beri penjelasan oleh penulis).
3. Menekankan keseimbangan aspek perkembangan anak meliputi aspek kognitif (intelektual), aspek sosial dan emosional, dan aspek fisik.
4. Mengintegrasikan kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) termasuk Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence ke dalam kurikulum.
5. Mengembangkan kurikulum terpadu yang berorientasi pada materi, kompetensi, nilai dan sikap serta prilaku (kepribadian ).
6. Mengarahkan siswa untuk mampu berpikir kritis, kreatif dan analitis , memiliki kemampuan belajar (learning how to learn) serta mampu mengambil keputusan dalam belajar.
Penyusunan kurikulum ini didasarkan prinsip ”Understanding by Design” yang menekankan pemahaman jangka panjang (”Enduring Understanding”). Pemahaman (Understanding) dilihat dari 6 aspek: Explain, Interpret, Apply, Perspective, Empathy, Self Knowledge.
7. Kurikulum tingkatan satuan pendidikan dapat menggunakan sistem paket dan kredit semester.
8. Dapat memberikan program magang untuk siswa SMA, MA dan SMK.
9. Menekankan kemampuan pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran.

2. Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran
Terdapat pergeseran paradigma pendidikan dari mengajar ke membelajarkan. Mengajar lebih menekankan pada kegiatan guru dalam mentransformasikan ilmu atau materi kepada siswa, dan siswa hanya sebagai pendengar, sedangkan pembelajaran lebih menekankan pada proses kegiatan siswa yang aktif mencari, menemukan sekaligus mempresentasikan temuan belajarnya. Sekolah bertaraf Internasional diharapkan menerapkan azas-azas pembelajaran aktif yang mengakses 5 pilar pendidikan (religious awareness, learning to know, learning to do, learning to be, and learning how to live together) dalam pengelolaan pembelajaran dengan rincian seperti berikut:
1. Pendekatan yang digunakan berfokus pada siswa dengan merangsang rasa ingin tahu dan motivasi intrinsik serta partisipasi siswa (inquiry, investigation) sehingga ide pembelajaran dapat datang dari siswa.
2. Siswa membangun pengetahuannya sendiri, bukan dibentuk oleh orang lain (constructivism).
3. Guru berperan sebagai fasilitator, sehingga tercipta interaksi Guru-siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan guru, terjadi komunikasi multi arah, sikap guru terhadap siswa harus menimbulkan rasa nyaman, penyusunan kelas dapat dibuat dengan 2 macam pengelompokan seperti kelas dengan 1 kelompok umur (Single Age), Kelas dengan 2 kelompok umur (Multiage)
4. Pembelajaran melayani semua anak termasuk anak dengan kebutuhan khusus ( special needs ) secara terbatas (program inklusi), pendekatan yang digunakan menekankan adanya keragaman kompetensi, intelligence, agama, minat.
5. Menekankan pada pemahaman siswa bukan hafalan dan sekedar mengejar target pembelajaran maupun bahan ujian, tetapi berorientasi pada aktivitas dan proses.
6. Mengembangkan model-mdel pembelajaran yang konstruktif, inovatif seperti cooperative learning, pembelajaran berbasis masalah, dan contextual teaching and learning.
7. Memanfaatkan berbagai sumber belajar (lingkungan, nara sumber, dan penunjang belajar lainnya) tidak hanya dari guru

8. Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa
9. Memberikan kesempatan pada siswa untuk memilih (intelligent choice) seperti dalam pemilihan proyek yang akan dikerjakan, gaya belajar, cara menyelesaikan soal, minat dalam batasan tertentu. Dalam mengakomodasi keragaman, pengajaran materi dapat diberikan berbeda-beda, umumnya 3 tingkatan/macam, sesuai dengan kebutuhan siswa. Praktek yang umumnya disebut Differentiated Instruction ini menyebabkan tugas yang diberikan kepada siswa juga dapat berbeda yang antara lain berupa Tiered Assignments serta tehnik diferensiasi lainnya. Untuk siswa berkebutuhan khusus (special needs) dapat dibuatkan program pembelajaran individu (Individual Educational Program/IEP)
10. Siklus pembelajaran dapat dimulai dari tahapan Exposure, Mini Lesson, Workshop dan Assessment. Siklus ini dapat berulang di setiap tahap sesuai dengan kebutuhan siswa.
11. Menciptakan dan memelihara berbagai lingkungan yang kondusif untuk siswa belajar seperti; penataan ruangan, materi pembelajaran, rasio guru siswa 1:12 sampai dengan 1:24.

3. Penjaminan Mutu Kompetensi Lulusan
a. Standar kelulusan menekankan pada semua aspek seperti spiritual, norma, sosial, emosional selain akademik.
b. Standar akademik menekankan pada pemahaman materi belajar, bukan pada pengumpulan nilai, yang harus didukung oleh berbagai bukti otentik
c. Kelulusan berdasarkan pada analisa individu yang menggunakan pertimbangan profesional guru dan sekolah
d. Kualitas lulusan dipersiapkan mampu bersaing secara global baik dari segi pengetahuan maupun kompetensi berkomunikasi dengan tetap mempertahankan budaya Indonesia.
e. Terdapat standar minimal pendukung yang harus dipenuhi siswa yang dapat berupa; projek dan makalah/tulisan, Community Service project (pengabdian pada masyarakat),program magang untuk SMA,MA dan SMK, serta kehadiran
f. Kualitas lulusan yang dihasilkan dapat diterima di sekolah-sekolah Internasional di dunia berdasarkan: kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki siswa, tipe laporan standar internasional, benchmark standar Internasional, dapat bekerjasama dengan lembaga internasional.

4. Penjaminan Mutu Ketenagaan
g. Tenaga pendidik memiliki kualifikasi minimal S1, mampu berbahasa Inggris, memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi professional.
h. Seleksi tenaga pendidik dilakukan secara professional oleh tenaga ahli dalam bidang sumber daya manusia (Human Resources Departement) yang dapat dilakukan dengan tahapan: wawancara awal,Class observation, Behavioral interview ,Behavioral test,English test (TOEFL dan conversation), Micro teaching and discussion,Tes kesehatan
i. Performance management dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan sebagai dasar untuk pengembangan SDM lebih lanjut dengan instrumen khusus berdasarkan standar Teaching Effectiveness.
j. Pengelolaan Sumber Daya Manusia berdasarkan Kompetensi (Competency-based Human Resorces System)

4. Penjaminan Mutu Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana yang dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan cara kerja otak dan standar internasional, terdiri dari ruangan beserta kelengkapannya, yaitu:
a. Ruang Belajar yang kondusif meliputi luas , pencahayaan, temperatur, tingkat kebisingan.
b. Tempat bermain
c. Laboratorium
d. Perpustakaan
e. Fasilitas olah raga
f. Fasilitas kesenian
g. Ruang Guru
h. Ruang konseling
i. Ruang pertemuan siswa
j. Ruang serbaguna
k. Kantin
l. Klinik
m. Ruang ibadah
n. Ruang kepala sekolah dan administrasi
o. Fasilitas internet di setiap ruang kelas dan WiFi di seluruh sekolah untuk memudahkan akses internet. Setiap siswa tingkatan SMA /SMK menggunakan laptop secara individu dalam mengerjakan tugas sekolah.
p. Ruang terapi untuk special needs
q. Toilet
r. Ruang khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan

5. Penjaminan Mutu Manajemen Pendidikan
Sekolah bertaraf internasional hendaknya menggunakan sistem manajemen mutu yang diperoleh dari lembaga sertifikasi seperti penerapan ISO 9001 : 2000 atau sertifikasi lainnya. Dalam pedoman ini Manajemen Pendidikan difokuskan pada peran kepala sekolah sebagai manager profesional yang dalam pelaksanaannya didukung oleh tim akademis lainnya. Visi, misi dan tujuan sekolah dijadikan panduan untuk pengelolaan pendidikanTahapan manajemen meliputi:

1. Perencanaan
a. Program Kerja Tahunan dan anggaran disusun oleh seluruh fungsi manajemen
b. Program Kerja Kepala Sekolah meliputi elemen-elemen sekolah seperti siswa, guru, kegiatan kelas dan kegiatan lain yang berkaitan, fasilitas penunjang pembelajaran.
c. Program Kerja Kepala Sekolah menjadi acuan bagi penyusunan program kerja tahunan fungsi lainnya.
d. Penyusunan Rencana Pembelajaran oleh guru (Rencana Tahunan/Lesson Plan)

2. Pelaksanaan
a. Kepala sekolah memberikan pengarahan kepada guru mengenai Program Kerja Tahunan dan Rutin
b. Kepala Sekolah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru
c. Kepala Sekolah melakukan sosialisasi dan kolaborasi dengan orang tua siswa
d. Kepala Sekolah memecahkan masalah operasional yang melibatkan guru, siswa dan orang tua
e. Kepala Sekolah memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana dan filosofi sekolah.

3. Pengawasan
a. Kegiatan belajar mengajar dan kegiatan administratif lainnya diawasi secara rutin oleh kepala sekolah
b. Tim independent melakukan pengawasan terhadap kepala sekolah
c. Pengawasan baik oleh kepala sekolah maupun oleh tim independen meliputi observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar di kelas dan review program kerja.
d. Adanya suatu sistem penilaian kinerja kepala sekolah, guru dan tim akademis lainnya yang berbasis kompetensi
e. Kepala Sekolah secara berkala menyusun laporan analisa kualitas yang ditujukan kepada direktur sekolah

6. Penjaminan Mutu Pembiayaan
a. Sumber dana diperoleh dari dana investasi pemilik dan pembayaran uang sekolah siswa untuk jenis sekolah swasta; serta dapat bervariasi dari sumber lainnya,pemerintah dan masyarakat untuk jenis sekolah negeri
b. Pengalokasian dana dikategorikan ke dalam : Pengeluaran operasional rutin dan non rutin, pengeluaran investasi untuk pengembangan sekolah.
c. Pengelolaan keuangan dilakukan secara profesional: transparan, efisien, akuntabel dengan diperiksa oleh akuntan publik

7. Penjaminan Mut Penilaian
1. Tujuan utama penilaian untuk memantau perkembangan hasil belajar siswa secara individu dan berkesinambungan bukan untuk mengkategorikan siswa sehingga tidak membandingkan prestasi antar siswa.
2. Penilaian dilakukan dengan menggunakan prinsip Pedoman Acuan Kriteria (PAK) dengan memperhatikan aspek: otentik yang artinya penilaian relevan sesuai dengan potensi masing-masing siswa dan relevan dengan dunia nyata. Keseimbangan dengan memperhatikan produk, proses dan progres.
3. Penilaian dilakukan sesuai dengan kriteria belajar yaitu kriteria produk, kriteria proses dan kriteria progress. Kriteria produk berfokus pada apa yang siswa tahu dan bisa lakukan pada saat tertentu. Kriteria proses berfokus pada bagaimana siswa mencapai perfomansi bukan pada hasil akhir. Kriteria progres berfokus pada tingkat pencapaian kinerja siswa yang dilihat melalui portofolio.
4. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada tujuan pembelajaran bukan dengan prestasi siswa lainnya
5. Penilaian dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen seperti rubrik, observasi harian, performance task dan tes tertulis (paper and pencil)
6. Pembelajaran didasarkan atas pencapaian ketuntasan belajar siswa (mastery learning) maka laporan yang dikeluarkan sekolah dapat berupa: Laporan Narasi,Laporan Perkembangan Siswa per individu yang diterima secara internasional.
read more “RSBI Kurikulum”

Tidak Efektif Pendidikan

0 komentar
Masalah pemerataan pendididikan selalu lebih banyak diperbincangkan sebagai masalah utama pendidikan Indonesia. Padahal ada masalah yang lebih berat, yang bila tak diselesaikan maka bangsa Indonseia hampir mustahil maju. "Sudahkah tujuan utama pendidikan tercapai oleh lembaga pendidikan formal?" Inilah masalahnya.

Sebelum kita bicara lebih lanjut, mari kita kaji "tujuan utama pendidikan".Bila
berkata tentang tujuan utama pendidikan, maka sasarannya adalah hasil keluaran lembaga pendidikan formal. Lalu pertanyaannya berkembang lagi, "Hasil keluaran yang bagaimana jika ingin disebut bermutu?”, "Apa itu manusia bermutu?"

Manusia bermutu yang jelas bukan Sarjana S1, karena banyak dari mereka yang jadi pengangguran tak berinisiatif (apakah mereka bisa disebut bermutu?). Manusia bermutu jelaslah seorang yang profesional di bidangnya, bahagia rumah tangganya, tak pernah mau merugikan orang lain, punya rasa sosial tinggi, dan selalu ingat bahwa ia hanyalah seorang ciptaan Tuhan. Simpelnya manusia bermutu pasti lulus tes keempat poin berikut;

A. Mampu mengintegrasikan diri dengan nilai-nilai kesuksesan.
Tekun, disiplin, tanggung jawab, optimis, berani mengakui kesalahan, percaya diri, kontrol emosi yang baik, dll. Juga mampu menyerap dan mengaktualisasikan diri pada sikap-sikap sukses yang telah diketahui.

B. Memiliki pola pikir logis-sistematis dalam memecahkan masalah
Mampu mengidentifikasikan masalah, menyusun strategi secara efektif dan efesien, mencari solusi terbaik yang paling logis, kreatif dan sistematis dalam mencari jalan keluar..

C. Jujur pada hati nurani dan memperlakukan sesama sebagaimana ingin dirinya sendiri ingin diperlakukan.
Tulus dan tenang karena tidak pernah konflik batin dengan hati nurani. Melihat dengan berbagai macam sudut pandang, Bijaksana, Tidak mau ‘menyembah’ atau memandang remeh pihak lain.

D. Pandai bersosialisasi & mampu berkomunikasi dengan baik.
Selalu berhasil dalam mennyampaikan sesuatu apapun baik komunikasi lisan atau tulisan. Cepat membaca norma dan dapat berlaku menyenangkan menurut norma tersebut. Tahu betul cara memberikan kesan yang baik dan menyenangkan orang lain.


Keempat poin diatas sekilas terlihat seperti ‘multiple intelligence”, hal ini dapat dilihat dari masuknya faktor bakat dalam proses pembelajarannya. Meski begitu ada perbedaan yang sangat jelas dari tingkat keharusannya.
read more “Tidak Efektif Pendidikan”

Poto

1 komentar Kamis, 15 April 2010
Masjid Abdurahman Bin Auf








Lab Komputer
read more “Poto”

Contac Us

Sabtu, 16 Januari 2010

Your Name
Your Email Address
Subject
Message
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

Powered byEMF Email Forms
read more “Contac Us”