Tidak Efektif Pendidikan

Masalah pemerataan pendididikan selalu lebih banyak diperbincangkan sebagai masalah utama pendidikan Indonesia. Padahal ada masalah yang lebih berat, yang bila tak diselesaikan maka bangsa Indonseia hampir mustahil maju. "Sudahkah tujuan utama pendidikan tercapai oleh lembaga pendidikan formal?" Inilah masalahnya.

Sebelum kita bicara lebih lanjut, mari kita kaji "tujuan utama pendidikan".Bila
berkata tentang tujuan utama pendidikan, maka sasarannya adalah hasil keluaran lembaga pendidikan formal. Lalu pertanyaannya berkembang lagi, "Hasil keluaran yang bagaimana jika ingin disebut bermutu?”, "Apa itu manusia bermutu?"

Manusia bermutu yang jelas bukan Sarjana S1, karena banyak dari mereka yang jadi pengangguran tak berinisiatif (apakah mereka bisa disebut bermutu?). Manusia bermutu jelaslah seorang yang profesional di bidangnya, bahagia rumah tangganya, tak pernah mau merugikan orang lain, punya rasa sosial tinggi, dan selalu ingat bahwa ia hanyalah seorang ciptaan Tuhan. Simpelnya manusia bermutu pasti lulus tes keempat poin berikut;

A. Mampu mengintegrasikan diri dengan nilai-nilai kesuksesan.
Tekun, disiplin, tanggung jawab, optimis, berani mengakui kesalahan, percaya diri, kontrol emosi yang baik, dll. Juga mampu menyerap dan mengaktualisasikan diri pada sikap-sikap sukses yang telah diketahui.

B. Memiliki pola pikir logis-sistematis dalam memecahkan masalah
Mampu mengidentifikasikan masalah, menyusun strategi secara efektif dan efesien, mencari solusi terbaik yang paling logis, kreatif dan sistematis dalam mencari jalan keluar..

C. Jujur pada hati nurani dan memperlakukan sesama sebagaimana ingin dirinya sendiri ingin diperlakukan.
Tulus dan tenang karena tidak pernah konflik batin dengan hati nurani. Melihat dengan berbagai macam sudut pandang, Bijaksana, Tidak mau ‘menyembah’ atau memandang remeh pihak lain.

D. Pandai bersosialisasi & mampu berkomunikasi dengan baik.
Selalu berhasil dalam mennyampaikan sesuatu apapun baik komunikasi lisan atau tulisan. Cepat membaca norma dan dapat berlaku menyenangkan menurut norma tersebut. Tahu betul cara memberikan kesan yang baik dan menyenangkan orang lain.


Keempat poin diatas sekilas terlihat seperti ‘multiple intelligence”, hal ini dapat dilihat dari masuknya faktor bakat dalam proses pembelajarannya. Meski begitu ada perbedaan yang sangat jelas dari tingkat keharusannya.

0 komentar:

Posting Komentar