Indahnya Islam

0 komentar Sabtu, 24 April 2010
Apakah Anda pernah merasakan dalam hidup ini betapa indahnya Islam ? Jika belum, rasakan dulu betapa bahagianya seorang muslim hidup di bawah naungan agama terakhir. Seluruh panduan kehidupan tertuang dalam Al Quran. Inilah sumber kebahagiaan hakiki dari pencipta seluruh alam semesta dan isinya, termasuk manusia.

Sayangnya masih banyak orang menggali berbagai ilmu tidak bermanfaat dalam mencari kebahagiaan. Manusia mencari berlian di dalam bumi yang terang padahal berlian itu berada di dalam kamar. Manusia tidak mencari sumber kebahagiaan dari tempatnya.

Islam seperti artinya damai, maka kedamaian di hati akan dicapai dengan memeluk Islam sepenuh hati. Mereka yang tidak pernah merasakan nikmatnya dalam naungan Islam ini karena memandang Islam sebelah mata. Syumuliatul Islam tidak dirasakan dalam dirinya.

Keindahan Islam misalnya bisa dirasakan dalam peribadahan. Betapa indahnya harmoni alam dengan manusia dalam beribadah kepada-Nya. Matahari sudah berjuta tahun mengabdi kepada Maha Pencipta dengan terbit di timur dan tenggelam di Barat. Matahari masih menemani setiap mahluk setiap hari. Dia tidak pernah absen. Kesetiaan mahluk yang namanya matahari ini menimbulkan rasa syukur akan diri dalam merasakan nikmat beribadah kepada-Nya.

Saat sujud dalam shalat terasa sekali syahdunya dalam payung keindahan peribadahan Islam setiap hari. Namun tentu saja rasa bahagia ini dapat direngkuh bagi mereka yang percaya 100 persen akan isi dari panduan hidup Islam.

Bukankah Allah SWT sendiri sudah meridhai Dinul Islam sebagai sebuah panduan kita. Renungkanlah bahwa Dzat Yang Menciptakan kita semua sudah memberikan sebuah panduan yang sudah dianugrahkan dengan lengkap lalu mengapa kita masih kebingungan? Kita rasakan bagaimana Maha Rahman Allah dengan ayat berikut.


[3:19] Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.

Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Jika keindahan Islam belum dirasakan dalam hati, maka perlu kita renungka apakah hati ini sudah kering, apakah hati ini tak pernah dibasuh dengan ayat-ayat-Nya. Apakah hati ini telah keras, tidak luluh dengan lantunan firman-Nya yang jadi panduan kita sehari-hati.
Islam akan menjadikan indah diri kita, menjadikan indah kehidupan kita, menjadikan indah semua langkah ke depan kita.
read more “Indahnya Islam”

SEJARAH PENDIDIKAN DI JAWA BARAT

0 komentar
Bandung dikenal sebagai pusat pendidikan di Tatar Sunda. Hal tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, namun telah melalui proses sejarah yang relatif panjang, yakni terutama sejak Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia (1808­-1811).

Meskipun pada mulanya penyelenggaraan pendi­dikan diperuntukan bagi anak-anak Barat, pada masa-masa berikutnya masyarakat pribumi pun dapat menikmatinya. Daendels, selaku pengikut aliran Aufklarung, me­nyatakan bahwa pengajaran harus diselenggarakan untuk anak-anak Barat agar mereka mengenal kesusilaan, adat­ istiadat, hukum, dan pengertian keagamaan orang Jawa. Usaha-usaha Daendels untuk mengadakan pembaharuan di bidang pendidikan adalah sebagai berikut.

1. Pendidikan berdasarkan agama Kristen (terikat dengan gereja) ditinggalkan.
2. Sesuai dengan orientasi Daendels yang berkisar pada masalah pertahanan dan strategi militer, maka pada 1808 dibuka sekolah pertama, yaitu Sekolah Artileri di Meester Cornelis Jatinegara).
3. Pada tahun 1808 Daendels memerintahkan para bupati di Jawa untuk mendirikan sekolah-sekolah di tiap-tiap distrik yang memberikan pendidikan berdasarkan adat-istiadat, undang-undang, dan pokok-pokok pengertian keagamaan (Islam).
4. Pada tahun 1809, untuk pertama kalinya diseleng­garakan pendidikan bidan sebagai bagian dari usaha pemeliharaan kesehatan rakyat. Pengajar­nya adalah para dokter yang berada di Batavia (Jakarta), dengan menggunakan bahasa pengantar' bahasa Melayu.
5. Dengan dalih untuk "memajukan seni tari rakyat" pada tahun yang sama (1809) Daendels memerin­tahkan bekas Sultan Cirebon agar di Cirebon didirikan tiga buah sekolah tari gadis (ronggeng) yang berada di bawah tanggungan sultan. Pendi­dikan di sekolah itu terutama diberikan kepada anak-anak perempuan dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, uang sekolah tidak dipungut, kecuali dari anak-anak orang kaya. Lama belajar di sekolah tersebut empat tahun. Pelajaran yang dibe­rikan adalah menari, menyanyi, membaca, dan menulis. Pada hakekatnya sekolah itu lebih merupakan usaha untuk mendemoralisasikan pemuda-pemudi lndonesia karena memang tujuan utama­nya adalah untuk menjauhkan semangat heroisme dan patriotisme rakyat lndonesia sehingga mereka tidak menaruh perhatian terhadap agitasi politik.

Pembaharuan dalam bidang pendidikan di atas, da­lam pelaksanaannya ternyata banyak mengalami kegagalan. Hal itu terutama disebabkan tidak adanya biaya khusus un­tuk pembinaan pendidikan dan pengajaran dan terjadinya peralihan pemerintahan ke pihak Inggris yang diwakili oleh Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles (1811-1816).Meskipun Raffles adalah pencinta ilmu pengetahuan, ia tidak memperhatikan bidang pendidikan. Akibatnya sekolah-sekolah yang didirikan pada masa pemerintahan Daendels keadaannya sangat menyedihkan, bahkan pada masa akhir pemerintahannya (1816), sekolah-sekolah itu hampir tidak ada lagi.

Sumber: Nina H Lubis. Sejarah Tatar Sunda (Jilid II). 2003: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.
read more “SEJARAH PENDIDIKAN DI JAWA BARAT”