Sistem Pendidikan

Barang siapa yang melakukan amal shaleh baik ia laki-laki ataupun perempuan dan ia seorang mukmin, maka akan kami berikan ia kehidupan yang sejahtera dan akan kami berikan ia balasan dari apa yang mereka lakukan dengan balasan yang lebih baik (Q.S. An-Nahl : 97)
Pendidikan modern dewasa ini, baik pendidikan yang mempersiapkan para calon eksekutif maupun calon ulama dihadapkan pada dilema pendidikan yang amat substansial, yaitu bahwa penyelenggaraan pendidikan hanyalah menitikberatkan kepada transmisi sains dan mengabaikan pendidikan karakter, padahal pendidikan sains yang tidak disertai pembinaan karakter akan membawa proses dehumanisasi yang bagi pembangunan nasional dapat menyebabkan lemahnya dan bahkan hilangnya nilai-nilai patriotisme yang antara lain : cinta tanah air, disiplin nasional, rasa kebanggan nasional dan rasa tanggung jawab nasional, disamping itu masih amat sedikit sekolah-sekolah yang mampu memberikan kesempatan pengembangan intelektual  kepada anak didiknya yang cerdas dan atau mengembangkan kecerdasan anak didiknya yang rata-rata.
Pendidikan karakter yang harus menjadi belahan mata uang dari pendidikan sains tidaklah cukup dengan hanya mentransmisikan nilai-nilai budi pekerti (Akhlak) dan norma-norma keagamaan, tetapi memerlukan suatu proses pendidikan yang mencakup penghayatan, pelatihan (drilling) dan pembiasaan. Dan ini hanya dapat dilaksanakan dalam system pendidikan kampus yang terpadu (Boarding School) dan mengarah kepada pembinaan kepribadian seutuhnya (Integrate personality). Proses pendidikan terpadu demikian ini dapat dilaksanakan oleh lembaga pendidikan pesantren, dan lebih dari itu hanya dengan pendidikan pesantren dapat dilaksanakan pendidikan karakter yang berakar kepada keyakinan hidup dan keagamaan yang tidak akan tergoyahkan oleh arus perubahan nilai-nilai sosial budaya yang dihembuskan oleh era globalisasi.
Bertolak dari realita tersebut maka HAYATAN THAYYIBAH dibangun untuk berperan serta mencetak dan mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa dan kader-kader pemimpin umat yang beriman kuat, berakhlak mulia, memiliki wawasan nasional dan wawasan pembangunan.
HAYATAN THAYYIBAH memiliki arti kehidupan yang sejahtera, yakni suatu kondisi kehidupan yang “laa khaufun alaihim“ yaitu kehidupan yang bersatu, aman, damai, tertib, bersih dan berakhlak mulia, bebas dari segala kekhawatiran dan ketakutan, karena keutuhan jamaahnya, dan “walahum yahzanuun“ yakni kehidupan yang mandiri, produktif, adil dan makmur, bebas dari segala keprihatinan oleh serba kekurangan, kelemahan dan ketergantungan karena kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya.
Lembaga pendidikan ini menggunakan nama HAYATAN THAYYIBAH  karena memberikan idealisme dan kemampuan-kemampuan kepada anak didiknya untuk mewujudkan masyarakat hayatan thayyibah sebagai cita-cita dan tugas darma baktinya kepada masyarakat setelah menyelesaikan masa studinya, dan nilai-nilai hayatan thayyibah itu sudah diaplikasikan dalam kehidupan para anak didik di kampus pesantren.
Lembaga pendidikan yang terletak di Jl. Karamat No. 123 Kota Sukabumi ini hanya menyelenggarakan pendidikan SMA saja, menginjak usianya yang ke 10 tahun SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah sudah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.
SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah yang muridnya hanya laki-laki saja ini, dipimpin oleh Al-Ustadz Drs. H. Ahmad Dzaki Salim dengan dibantu oleh 25 orang tenaga pendidik yang berpengalaman dalam bidangnya dan 27 orang tenaga kependidikan, selain itu di sekolah ini juga diaktifkan penggunaan bahasa asing dalam proses pembelajaran, maka tidaklah heran kalau alumni dari lembaga pendidikan ini banyak yang melanjutkan study nya ke perguruan tinggi-perguruan tinggi  favorit yang ada di Indonesia dan  ke luar negri seperti ke Jerman, Malaysia, China, Cairo, dan Turki.
read more “Sistem Pendidikan”