Perpustakaan Online Kota Sukabumi
0 komentar Kamis, 13 Mei 2010Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, sejak tanggal 1 Juni 2010, menyelenggarakan layanan Perpustakaan Online. Adapun maksud dan tujuannya, menurut Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, Drs. Mochamad Rizal Sidiq, M.M., yakni untuk mempermudah para pengunjung, khususnya dalam mencari informasi bahan pustaka, baik yang ada di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, maupun yang ada di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusda) Provinsi Jawa Barat, atau yang ada di Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Selain itu, juga untuk meningkatkan pelayanan prima, sekaligus meningkatkan gemar dan budaya membaca masyarakat, khususnya di Kota Sukabumi, umumnya di seluruh pelosok Indonesia dan penjuru dunia. Karena dengan adanya perpustakaan online tersebut, masyarakat akan mudah meng-akses buku-buku berbagai disiplin ilmu pengetahuan, termasuk literatur bagi para calon Sarjana S-1 dan S-2, dalam menyusun Tesis. Namun untuk sementara, perpustakaan yang sudah dapat diakses oleh para pengunjung saat ini, baru Bapusda Provinsi Jawa Barat, dengan alamat http//www.bapusda.com. Sedangkan untuk Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi dan Perpusnas, akan dilakukan secara bertahap.
Menyinggung perangkat komputer yang telah tersedia di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, saat ini baru 7 unit. Sementara layanan perpustakaan online di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam setiap harinya dimulai pukul 9 sampai dengan pukul 13.30, tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangkan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan milik Pemerintah Kota Sukabumi saat ini, seluruhnya berjumlah 52 ribu 869 eksemplar, dari 23 ribu 871 judul buku. Antara lain buku-buku Karya Umum, Filsafat, Agama, Ilmu Sosial, Bahasa, Ilmu Murni, Teknologi, Seni, Olah Raga, Sastera dan Sejarah.
Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi menandaskan, dengan adanya layanan perpustakaan online tersebut, jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam setiap harinya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni dari 300 sampai dengan 400 orang, menjadi 400 sampai dengan 500 orang. Ditandaskan pula, untuk mempermudah masyarakat dalam meng-akses buku-buku melalui perpustakaan online, pihak Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi kepada segenap lapisan masyarakat, tentang alamat situs resmi dan kode ring khusus Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi. (http://Sukabumikota.go.id)
Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Perpustakaan Online Kota Sukabumi”
Selain itu, juga untuk meningkatkan pelayanan prima, sekaligus meningkatkan gemar dan budaya membaca masyarakat, khususnya di Kota Sukabumi, umumnya di seluruh pelosok Indonesia dan penjuru dunia. Karena dengan adanya perpustakaan online tersebut, masyarakat akan mudah meng-akses buku-buku berbagai disiplin ilmu pengetahuan, termasuk literatur bagi para calon Sarjana S-1 dan S-2, dalam menyusun Tesis. Namun untuk sementara, perpustakaan yang sudah dapat diakses oleh para pengunjung saat ini, baru Bapusda Provinsi Jawa Barat, dengan alamat http//www.bapusda.com. Sedangkan untuk Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi dan Perpusnas, akan dilakukan secara bertahap.
Menyinggung perangkat komputer yang telah tersedia di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, saat ini baru 7 unit. Sementara layanan perpustakaan online di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam setiap harinya dimulai pukul 9 sampai dengan pukul 13.30, tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangkan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan milik Pemerintah Kota Sukabumi saat ini, seluruhnya berjumlah 52 ribu 869 eksemplar, dari 23 ribu 871 judul buku. Antara lain buku-buku Karya Umum, Filsafat, Agama, Ilmu Sosial, Bahasa, Ilmu Murni, Teknologi, Seni, Olah Raga, Sastera dan Sejarah.
Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi menandaskan, dengan adanya layanan perpustakaan online tersebut, jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam setiap harinya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni dari 300 sampai dengan 400 orang, menjadi 400 sampai dengan 500 orang. Ditandaskan pula, untuk mempermudah masyarakat dalam meng-akses buku-buku melalui perpustakaan online, pihak Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi kepada segenap lapisan masyarakat, tentang alamat situs resmi dan kode ring khusus Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi. (http://Sukabumikota.go.id)
Team Editor Kurikulum Hatoy
Nilai
0 komentar Senin, 10 Mei 2010Kepada semua Ustadz untuk segera mengumpulkan nilai berdasarkan tagihan (ulangan harian, tugas, praktek, dll)
Dan kepada Wali kelas ditunggu (data lembar pengamatan terhadap siswa, absensi siswa, dan pelanggaran siswa) Sukron.
Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Nilai”
Dan kepada Wali kelas ditunggu (data lembar pengamatan terhadap siswa, absensi siswa, dan pelanggaran siswa) Sukron.
Team Editor Kurikulum Hatoy
Pengumuman
0 komentarKepada Tenaga pendidik dan kependidikan mari kita sukseskan acara validasi RSBI pada tanggal 17-19 mei 2010.. dengan kebersamaan kita dan rasa memiliki sekaligus tanggungjawab semoga semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan...
Team Editor Kurikulum Hatoy
read more “Pengumuman”
Team Editor Kurikulum Hatoy
Pemkot Sukabumi Perketat Dana Pendidikan
0 komentar Senin, 03 Mei 2010Sumber : okezone.com
SUKABUMI ? Pemkot Sukabumi tengah memperketat penggunaan anggaran pendidikan yang telah dialokasikan sebesar Rp200 miliar pada 2008 ini. Upaya itu dilakukan guna memperkuat kebijakan pendidikan gratis yang telah mulai digulirkan di beberapa sekolah tingkat pertama.
Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono, mengatakan secara keseluruhan jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan mencapai Rp200 miliar. Dari jumlah tersebut, setengahnya telah diperuntukan bagi program pendidikan gratis. Pengalokasian ini sebagai pemenuhan kebijakan yang diisyaratkan dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
?Kami telah mempersiapkan setengah dari jumlah dana pendidikan sebesar Rp200 miliar, untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan gratis. Agar ini tidak terganggu, maka kami perlu memperketat penggunaan anggarannya. Pendidikan gratis ini akan diterapkan pada sekolah-sekolah yang banyak memiliki siswa dari keluarga tidak mampu,? jelas Mulyono, Minggu (18/5/2008).
Disebutkan Mulyono, Pemkot Sukabumi sebenarnya telah lebih dahulu menggulirkan program pendidikan gratis. Hanya saja, baru diberlakukan di empat sekolah tingkat pertama. Ke empat sekolah yang telah menerapkan pembebasan pungutan biaya sekolah itu antara lain SMPN 12, SMPN 14, SMPN 15 dan SMP 16.
Sementara itu, program pendidikan gratis juga akan mulai digulirkan oleh Pemprov Jabar. Untuk menyukseskan program tersebut, pada tahun anggaran 2008 ini, Pemprov telah menganggarkan dana sebesar Rp500 miliar. Ditargetkan, pendidikan gratis tersebut sudah bisa dilaksanakan seratus persen pada tahun 2009 di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dadang Dali, mengutarakan pelaksanaan program pendidikan gratis ini akan dilakukan secara bertahap. Hingga tahun 2008 ini, pendidikan gratis telah mencapai 90 % untuk tingkat sekolah dasar. Sedangkan tingkat sekolah menengah pertama, pelaksanaannya telah mencapai 59 %.
Diakuinya, pendidikan gratis ini masih dalam tataran penyusunan konsep yang akan segera dikonsultasikan bersama dengan gubernur terpilih. Pendidikan gratis yang dimaksudkan adalah bebas segala bentuk pungutan biaya sekolah. Untuk mensukseskan program ini, kata Dadang, perlu adanya komitmen berasa di tingkat kepala daerah serta kepala sekolah.
?Diharapkan pada tahun 2009 mendatang, pendidikan gratis terlaksana hingga di semua tingkatan hingga 100 % sehingga seluruh sekolah di Jabar tidak lagi memungut biaya pendidikan,? tuturnya.
Berdasarkan hasil capaian di beberapa sekolah dasar yang telah lebih dahulu menerapkan pendidikan gratis, maka Dadang meyakini target wajar dikdas 12 tahun akan segera terpenuhi. Lebih jauh dadang berahap, kebijakan pendidikan gratis ini dapat pula berjalan hingga ke tingkat daerah.
Team Editor Kurikulum Hatoy
Langganan:
Postingan (Atom)


